Kisah Tentang Kejujuran di Jaman Rasulullah

Kisah Tentang Kejujuran di Jaman Rasulullah

Ary Ginanjar – Banyak sekali kisah-kisah hikmah yang bertebaran yang bisa kita ambil dari kisah perjalanan manusia yang mulia Rasulullah SAW, perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam selama 23 tahun dengan dibagi 2 periode yang dinamakan dengan periode Makiyyah dan Periode Madaniyyah, Makiyyah adalah jaman Rasulullah dalam menanamkan keyakinan ketauhidan kepada Allah SAW.

Jaman Madaniyyah adalah jaman dimana periodenya selama 13 tahun adalah dalam membentuk sebuah kehidupan sosial yang tinggi yang disebut dengan masyarakat Madani.

Di antara kisah-kisah yang penuh hikmah ini, adalah sebuah kisah seorang pemuda yang ingin hidup dalam Islam namun masih memiliki kebiasaan buruk yang suka dengan berjudi, mabuk-mabukan dan lainnya.

Kisah Kejujuran di Jaman RasulullahDalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah SAW karena hendak memeluk agama Islam.

Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata : “Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu berbuat dosa dan sulit meninggalkannya.” Maka Rasulullah SAW. menjawab : “Maukah engkau berjanji untuk berkata jujur?” “Ya, saya berjanji” jawab lelaki itu singkat. Setelah itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.

Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia berupaya untuk meninggalkan segala keburukannya itu. Karena itu dia meminta nasihat dari Rasulullah SAW.

Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah SAW. lelaki itu berkata di dalam hatinya : “Berat juga aku hendak melakukan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah SAW. itu.”

Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, suara hatinya selalu berkata. “Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawabanmu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah SAW. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya” bisik suara hatinya tersebut.

Baca juga : Satu kali gagal dua kali bangkit lagi
Baca juga : Catatan yang memotivasi

Setiap kali dia hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah SAW dan setiap kali pulalah hatinya berkata : “Kalau aku berbohong kepada Rasulullah SAW. berarti aku telah mengkhianati janjiku pada Rasulullah SAW.

Sebaliknya jika aku berkata benar berarti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Ya Allah….sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah SAW. itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga.”

Setelah dia berjuang dengan melawan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu sukses dalam menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak hari itu mulai babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah SAW. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.

Mari kita di hari Jumat ini kita bershalawat kepada Rasulullah SAW.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”.

Semoga setelah membaca kisah di atas kita bisa memperlakukan orang yang ingin berbuat baik dengan memberikan saran-saran yang mudah dan sesuai dengan kemampuan dan daya pikirnya dia saat itu.

Blog Ary Ginanjar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s