Bagaimana Manusia Bisa Berpikir Merdeka

Berpikir Merdeka

Apa kabar Sahabat ESQ di seluruh penjuru tanah air?
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya.

Siapa yang mau sehat dan bahagia????? Tentunya kita semua mau. Apa yang sudah anda lakukan untuk mencapai itu semua? Sudahkan kita bekerja keras untuk itu?

Kita sudah sampai di penghujung bulan Januari. Sudahkan resolusi yang kita tuliskan di pergantian tahun kemarin dilaksanakan sesuai rencana? Atau resolusi itu masih belum berjalan sesuai dengan rencana yang ada buat?

Baca juga : Bagaimana Bangkit Dari Kegagalan 

Apakah usaha keras kita belum membuahkan hasil? Apakah cara kerja kita untuk mencapai itu semua salah sehingga kita belum juga sampai di tempat tujuan? Apakah kita kurang berpikir lebih luas lagi sehingga mentok dengan cara-cara yang ada?

Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Saya akan menceritakan sebuah kisah yag sangat inspiratif. Bagaimana kemerdekaan, keluasan dalam berpikir serta kejernihan hati mampu melahirkan ide-ide cemerlang (out of the box) yang bisa membawanya pada tingkat kesuksesan.

Bisnis air mineral atau air putih kemasan gelas atau botol plastik merebak dahsyat. Kini, sudah ada ratusan perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Pelopornya adalah merk A, yang diikuti ratusan merek lain dengan berbagai kemasan, dan isinya hanya air. Sebelum merk A diluncurkan, orang tak pernah menyangka bahwa air yang dikemas dalam botol plastik akan menjadi bisnis raksasa. Kala itu, banyak orang tak mampu melihat peluang tersebut.

Mengapa? Mereka, termasuk juga kita pada saat itu, sudah terbiasa minum air putih dalam gelas, bukan botol. Pikiran kita telah terbelenggu oleh tradisi minum air di gelas beling atau kaca, bukan plastik. Tanpa disadari, pikiran kita tidak lagi merdeka, tetapi terbelenggu tradisi. Walau air putih selalu kita lihat sehari-hari, kita tak mampu melihat peluang bahwa orang sering kali membutuhkan air pelepas dahaga tersebut di tengah perjalanan. Kemerdekaan dan keluasan berpikir dengan menyucikan pikiran, akan selalu menghasilkan sesuatu yang baru, hal-hal yang “out of the box”.

Baca Juga : Bagaimana ESQ Banyak Membantu Orang lain 
Kejernihan pikiran akan mampu mengeluarkan kita dari belenggu-belenggu yang senantiasa menghalang kita menuju sukses. Inilah makna kekuatan “ummi”-nya Rasulullah, yang bisa kita temua melalui penjernihan pikiran lewat baju ihram dalam haji, takbiratul ihram dalam sholat, serta berwudhu sebelum sholat.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda termasuk orang-orang dengan pemikiran out ouf the box ataupun sebaliknya? Silahkan ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar, apa kira-kira belenggu yang membuat Anda susah untuk berpikiri jernih?

Di sini, kita sama-sama belajr, untuk terus memperbaiki diri. Sampai pada akhirnya, perbaikan diri tersebut bisa menjadi bekal kita menghadap Sang Maha Agung. Seperti yang dikutip dari Hadist Rasulullah berikut ini :

Bagaimana Berpikir Merdeka
“Apabila manusia melakukan pendekatan diri kepada Tuhan Pencipta mereka dengan bermacam-macam kebaikan, makan dekatkanlah engkau dengan akalmu, niscaya engkau merasakan nikmat yang lebih banyak, yatiu dekat dengan manusia di dunia dan dekat dengan Allah di akhirat.”

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Manusia Bisa Berpikir Merdeka

  1. Untuk saat ini mungkin belum bisa untuk berfikir jernih, masih harus banyak belajar dan mengambil banyak motivasi

  2. Pingback: Bagaimana Krisis karakter dan Akhlak Melanda Manusia Di Dunia | Ary Ginanjar Agustian, Pendiri Lembaga Training ESQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s