Bagaimana Menanamkan Paradigma Positif di Dalam Pikiran

Bagaimana Menanamkan Paradigma Positif di Dalam Pikiran

Ary Ginanjar 165 – Bagaimana menanamkan paradigma positif di dalam pikiran Anda sekarang juga. saya tahu apabila masih sibuk hari ini, Semoga sibuknya kita di hari ini membawa berkah untuk kita dan keluarga ya…

Sahabat ESQ yang dirahmati oleh Allah, menjelang sore ini, ijinkan saya untuk berbagi sebuah cerita yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Sahabat ESQ untuk menjalani kehidupan. Kisah nyata dari sosok yang benar-benar dicintai oleh Allah dan menjadi panutan semua umat Islam di seluruh dunia. Ya…kisah sore ini datang dari pengalaman Nabi Muhammad SAW.

Inilah Contoh Paradigma Positif dalam pikiran

Tahukah Sahabat ESQ, bahwa Nabi Muhammad SAW hampir setiap hari melewati pasar untuk menuju rumahnya. Di pasar itu, biasanya melewati seorang pengemis Yahudi buta yang selalu mengatakan, “Muhammad pembohong, Muhammad pembohong!” Suatu saat, ketika Nabi Muhammad SAW lewat pasar itu, iya tidak melihat pengemis buta itu. Nabi Muhammas bertanya kepada orang-orang “Ke manakah penemis buta itu?” Orang-orang di sana menjawab, bahwa ia sedang sakit.

bagaimana-menanamkan-paradigma-positif
Rasulullah SAW langsung mengunjungi rujmah orang buta itu hanya untuk menjenguk dan melihat keadaan sang pengemis itu. Pengemis buta itu sangat terharu melihat keagungan dan kemuliaan sifat yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Hingga pada suatu ketika, pengemis buta itu memutuskan untuk memeluk agama Islam. Kebaikan hati dan kemuliaat sifat yang ditunjukkan oleh Rasulullah bisa membuka hati seseorang yang terbelenggu pemikiran negatif.

Konsep khalifah yang mengikuti suara hati fitrah telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ia menyadari bahwa dirinya menjadi sumber integritas, bukan persepsi dari bentukkan lingkungan. Sehingga ia adalah subyek, bukan obyek dari lingkungan sekitar karena Rasulullah merupakan wakil Allah yang Agung.

Sikap yang ditunjukkan Rasulullah memperlihatkan bahwa ia mampu menembus belenggu yang bisa menutupi suara hati fitrah. Belenggu yang dikalahkan oleh suara hatinya itu bernama “Kemarahan”.

Rasulullah mampu untuk tidak membiarkan dirinya didominasi oleh emosi kemarahan. Ia tetap bisa mengikuti suara hatinya, suara Ilahiah milik Allah untuk “menolong dan berempati” kepada sesame makhluk Allah. Ia menjadi raja bagi dirinya sendiri. Tetap berpikir positif, mempertahankan bahwa ia harus bersikap baik dengan apapun dan siapapun yang ditemuinya sekalipun orang itu membenci dirinya.

Subhanallah…begitu mulia sifat Rasulullah.

Sahabat ESQ, bisakah kita mencontoh sifat mulia yang ditunjukkan oleh Rasulullah?

Siapa yang mau mendapatkan syafaat dari Rasulullah ketika hari kiamat tiba?

Coba Sahabat ESQ berikan komen di bawah ini.

(Kisah ini bisa dibaca juga dibuku saya “ESQ Power”)

Semoga bermanfaat.
Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Menanamkan Paradigma Positif di Dalam Pikiran

  1. Pingback: Inilah Betapa Indahnya Jalan Tuhan | Ary Ginanjar Agustian, Pendiri Lembaga Training ESQ

  2. Pingback: Inilah Betapa Indahnya Jalan Tuhan | Ary Ginanjar Agustian, Pendiri Lembaga Training ESQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s