Inilah Betapa Indahnya Jalan Tuhan

Keindahan Jalan Tuhan

 

Ary Ginanjar Agustian Sebagai pendiri Training ESQ Leadership Center akan berbagi sebuah tulisan tentang Betapa Indahnya Jalan Tuhan, tulisan ini semoga menginspirasi kita semua.


Sahabat ESQ yang Allah cintai. Di hari Jumat yang penuh barokah ini, semoga kita semua selalu mendapatkan limpahan rahmat yang tiada henti dari Allah SWT. Tentu saja, limpahan rahmat itupun tak serta merta datang mendadak. Semua itu diperoleh dari usaha kita memperjuangkannya.

Sahabat ESQ, untuk Anda yang merasa saat ini sedang berjuang keras untuk menggapai hidup bahagia, hal itupun pernah juga dirasakan oleh Nabi Ibrahim As. Taukah apa perjuangan terbesar yang Nabi Ibrahim lakukan sepanjang hidupnya? Sahabat ESQ ada yang tau? Untuk sama-sama mengetahuinya, mari kita simak sebuah kisah yang akan saya ceritakan.

Ketika usia Nabi Ibrahim As telah lanjut, ia belum juga dikaruniai seorang anak. Ia sangat ingin memperoleh anak laki-laki. Sekian lama menunggu, ia pun tak dikaruniai anak. Doa pun tak pernah putus ia panjatkan kepada Allah agar ia bisa segera diberi seorang anak laki-laki.

Baca Juga : Menanamkan Paradigma Positif dalam Pikiran

Akhirnya, penantian manisnya pun berujung indah. Allah mengabulkan doanya. Lahirlah seorang bayi laki-laki dari istrinya, Siti Hajar. Bayi itu kemudian diberi nama Ismail. Ismail tumbuh menjadi anak sholeh yang senantiasa hormat kepada orang tuanya dan ia pun sangat taat beribadah.

Namun pada suatu hari, ia bermimpi. Ia diperintah oleh Allah untuk mengorbankan dan menyembelih anak semata wayangnya, Ismail. Bayangkah Sahabat ESQ, bagaimana rasanya ketika Tuhan memerintah Nabi Ibrahim untik menyembelih Ismail. Sebagai manusia normal, tentu saja ia bingung. Apalagi setan terus menggodanya untuk tidak menuruti perintah Allah.

Akhirnya, Nabi Ibrahim pun mengambil keputusan besar untuk mengikuti peri tah Allah. Nabi Ibrahim berbicara kepada Ismail tentang perintah Allah yang ia dapat dari mimpinya itu. Nabi Ibrahim tercengang mendengar jawaban Ismail. Ismail berkata “Ayah, sekiranya ini perintah Allah maka lakukanlah”

Baca Juga : Krisis karakter dan akhlak melanda dunia

Kemudian Ibrahim pun menyiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan perintah Allah. Sepertu yang kita ketahui Sahabat ESQ, atas izin dan perintah Allah, akhirnya Allah menukar dan mengganti pengorbanan Ismail dengan seekor domba dan Ismail diselamatkan.

indahnya-jalan-tuhan-ary-ginanjar
Masya Allah…

Apa kira-kira yang akan Sahabat ESQ lakukan jika ada di posisi super pelik seperti yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim?

Apabila Sahabat ESQ tidak memahami maknanya, mungkin kita pun akan mengatakan bahwa Allah itu kejam. Namun, kisah Nabi Ibrahim tersebut justru menunjukkan kasih sayang Allah kepada hambanya dengan menunjukkan makna kehidupan yang sebenarnya.

Mencintai ataupun be-‘ilah’ kepada anak, istri, keluarga, harta, uang, jabatan ataupun kepentingan dunia lainnya, hanya akan mengakibatkan kesulitan dan kerusakan di muka bumi ini.

Bagaimana Sahabat ESQ, makna apa yang bisa Anda petik dari Kisah Nabi Ibrahim di atas?

Sahabat ESQ boleh sharing pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini. Semoga makin banyak lagi orang yang mendapat manfaat dari kisah-kisah penuh makna ini.


(Sumber Buku “ESQ Power” )

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s